FILM TENGKORAK #DAY85 -Asisten DOP-

Asisten DOP #DAY85

Rabu, 27 Juli 2016

Halo temen-temen semua. Perkenalkan nama saya Ari Sanusi, biasa bertugas sebagai asisten DOP di Film Tengkorak. Hari ini kami akan shooting di tiga lokasi yaitu jalanan pedesaan dekat sawah di daerah Berbah Yogyakarta, Rumah Singgah anak jalanan (deket Candi Prambanan), sama restoran Madam Tan (depan kampus Sekolah Vokasi UGM). Tiga hari sebelum shooting, crew Film Tengkorak mengadakan rapat dan diberikan pengarahan oleh sang sutradara Yusron Fuadi mengenai gambaran shooting yang akan dilakukan pada hari ini dan hari-hari berikutnya. Tak lupa juga crew membahas perlengkapan yang akan dibawa baik perlengkapan sinematografi, properti, art, dan sebagainya. Untuk hari ini shooting akan dilakukan sebanyak 4 scene (tentunya dengan berbagai shot tiap scene). Satu hari untuk 4 scene merupakan hal yang sungguh menantang bagi kami, terlebih tempat shooting antara satu dengan yang lainnya jaraknya terlampau jauh.

            Daerah Berbah, Yogyakarta (Lokasi 1)
Segenap tim produksi  sepakat untuk berkumpul jam 8 pagi di Vokasi Studios, Sekolah Vokasi UGM. Satu persatu crew datang di studio untuk menyiapkan perlengkapan alat shooting. Saya selaku asisten DOP juga mempersiapkan kamera Blackmagic, lensa prime (25mm, 35mm, 50mm, 85mm), lensa wide 11-16mm, tripod, slider, jimmy jib, dan shoulder mount. Oiya satu lagi hal yang sangat penting, memori SSD kamera (saya harus bertanya kepada sutradara yang juga DOP dan editor untuk memastikan data sudah di backup atau belum, hehehehe). Setelah persiapan tetek bengek segala macam selesai dan siap, akhirnya kami berangkat jam 9 pagi menuju lokasi shooting pertama, yaitu daerah Berbah Yogyakarta. Kurang lebih 30menit perjalanan yang kami tempuh agar kami tiba dilokasi pertama. Kesan yang saya dapat di lokasi ini sangatlah indah. Hamparan hijau persawahan, ditambah aktivitas masyarakat sekitar yang membuat suasana menjadi lebih berwarna. Langsung saja kami selaku tim sinematografi mengeluarkan peralatan dan menunggu arahan dari mas Yos (sang sutradara). Oiya kelupaan, kami juga menunggu mbak Eka Nusa Pertiwi pemeran utama Film Tengkorak yang telah dijemput oleh mas Ajik untuk ke lokasi. Setelah beberapa menit (yaa kurang lebih 30 menitan), mbak Eka tiba di lokasi. Semua crew langsung sibuk mempersiapkan segala hal shooting. Ada yang ngurusin properti, perlengkapan sinematografi, BTS, dan sebagainya. Setelah semua persiapan sudah siap, kamipun langsung melakukan take yang pertama. Dengan profesional saya melayani mas Eka Bambang yang hari ini menjadi Director of Photography (bantuin pindah kamera, ganti lensa, dsb). Di lokasi ini hanya ada satu scene yang dilakukan dengan beberapa shot. Sekitar dua jam kami berkutat di daerah ini dengan beberapa take, hingga akhirnya shooting di daerah Berbah Yogyakarta telah selesai. Lanjut ke destinasi kedua yaitu di rumah singgah
anak jalanan deket Candi Prambanan.

          Rumah Singgah Anak Jalanan (Lokasi 2)
Sesampainya di rumah singgah, kami disambut oleh pengurus sekaligus pemilik dari rumah singgah tersebut. Waktu menunjukkan pukul 12.40 WIB, semua crew dan aktor (beragama muslim) melakukan sholat Dzuhur terlebih dahulu sambil istirahat sekitar 15 menit. Ketika saya masuk ke dalam rumah singgah tersebut, saya sempat merasa kagum dengan foto yang dipajang di salah satu ruangan. Terpajang beberapa foto bersama para pejabat pemerintahan dan tokoh terkenal di Indonesia. Bersamaan dengan itu, Mas Yusron selaku Sutradara sedang ngobrol dengan pemilik rumah singgah tersebut (saya lupa namanya, hehehe) untuk meminta ijin shooting di lokasi ini. Setelah memperoleh ijin dari sang pemilik, kami langsung mempersiapkan peralatan shooting. Dalam adegan ini, Mas Yos mempercayakan satu orang yang cukup senior yang tinggal di rumah singgah untuk memerankan tokoh yang bernama “Luthfi”. Aktor dadakan tersebut kemudian diberi pengarahan oleh sang sutradara, hehehehe (diberi penjelasan sekilas tentang Film Tengkorak, dialog, dan gerak tubuh dalam scene rumah singgah). Peralatan sudah siap, it’s time to take a shot.

        Ada beberapa shot yang kami ambil dalam scene rumah singgah tersebut. Salah satu shot yang dilakukan menggunakan alat yang bernama “Jimmy Jib”. Sebuah kebanggaan Mas Yos mempercayakan kepada saya untuk menggerakan alat tersebut. Dengan beberapa kali take, akhirnya sang sutradara mendapatkan hasil yang diinginkan dari gambar yang saya hasilkan (serasa berbunga-bunga hati saya, hehehe). Okee, shooting di rumah singgah telah selesai. Jam menunjukkan pukul 14.45 WIB, kami langsung menuju tempat berikutnya yaitu Wok Bar Madam Tan. Oiya satu hal yang sangat penting yang belum dilaksanakan oleh semua crew dan aktor, yaitu MAKAN SIANG. Ngomong-ngomong nih, ternyata yang ngurusin konsumsi sudah menunggu sekitar kurang lebih 1 jam di salah satu resto sambal yang sudah cukup terkenal di Yogyakarta. Tanpa pikir panjang, kami langsung merapat ke resto tersebut. Sesampainya disana, kami langsung eksekusi habis makanan yang disajikan (udah kelaparan semua nih, hahahaha). Masih enak enaknya makan, tiba-tiba Mas Yos ngomong gini “Eka, Ari, Wachid, dan yang ada di tim sinematografi sama pemain 5 menit lagi berangkat ke Madam Tan. Yang lainnya disini dulu ajaa yaa. Nanti langsung balik ke studio” (Lahh, enak banget). Kontan saja saya langsung gerak cepat makannya.

          Wok Bar Madam Tan (Lokasi 3)
Perut sudah kenyang, lanjut ke Madam Tan. Scene kali ini dilakukan di pantry Madam Tan dengan adegan “Ani” (yang diperankan oleh mbak Eka Nusa Pertiwi) sedang sibuk membersihkan piring dan wajan. Ada 3 orang figuran yang berperan di tempat ini (kesannya biar rame gitu pantry nya, hahahaha). Pada scene ini cukup menggunakan lensa Carl-Zeiss 25mm dan shoulder mount. Adegan di tempat ini cukup cepat karena hanya ada satu scene dan satu shot. Akhirnya, shooting telah selesai, alih-alih berbahagia karena shooting telah usai, ehh sang sutradara berkata lain. Mumpung waktu masih menunjukkan pukul 16.30 WIB, ada satu scene tambahan antara sang pemain (Mas Yos dan Mbak Eka Nusa) yaitu scene jalan kaki. shooting dilakukan di trotoar jalan, depan kampus Sekolah Vokasi UGM. Cukup membawa tripod, kamera Blackmagic, lensa 70-300mm, serta filter ND-4 untuk syuting kali ini. Dengan beberapa kali take dan waktu semakin mepet menjelang maghrib, dalam adegan ini tidak ada hasil yang memuaskan. Akhirnya kami putuskan untuk menyudahi shooting hari ini dan kembali ke studio membereskan perlengkapan shooting. Sungguh shooting yang sangat melelahkan pada hari ini. Empat lokasi yang jaraknya cukup jauh, mondar-mandir di terik panasnya matahari. Namun kelelahan tersebut terbayarkan dengan canda tawa teman-teman semua dan tak lupa MAKAN SIANG yang istimewa, haahahahaha. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya mendapatkan ilmu dan ke-solid-an crew.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*